JAKARTA, 86NEWS.CO– Forum Asta Cita Center meminta Kementerian Perindustrian segera memanggil pihak PT Astra International Tbk, untuk segera melakukan evaluasi terhadap arah transformasi bisnis perusahaan, agar selaras dengan agenda pembangunan nasional di bidang energi, terutama percepatan transisi energi dan pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) yang telah ditetapkan.
Permintaan itu disampaikan Pengamat Kebijakan Publik dari Forum Asta Cita Center, Rudi Banu Wibowo, saat berbincang dengan jurnalis di kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat (3/7).
“Forum Asta Cita Center meminta Kementerian Perindustrian segera memanggil pihak PT Astra International Tbk, untuk menjelaskan roadmap transformasi bisnis perusahaan dan juga mendorong agar, pemerintah juga melakukan evaluasi pada arah pengembangan industri otomotif di Indonesia ini, supaya selaras dengan agenda transisi energi nasional,” kata Rudi, kepada wartawan.
Diketahui, Indonesia secara resmi telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan hingga 43,2 persen melalui dukungan internasional pada 2030. Target itu tercatat dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC).
Rudi berpendapat, target penurunan emisi gas rumah kaca yang telah ditetapkan, akan sulit dicapai bila transformasi di sektor transportasi dan industri otomotif tidak berjalan secara optimal.
Menurutnya, sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi nasional dengan kontribusi sekitar 11,7 persen dari total emisi gas rumah kaca Indonesia. Emisi itu di dominasi oleh penggunaan kendaraan bermotor yang berbahan fosil.
“Bila target penurunan emisi nasional ingin tercapai, maka perlu ada transformasi industri otomotif. Nah, pelaku industri otomotif yang menguasai pangsa pasar nasional itu harus mengambil peran yang lebih nyata dalam mendukung kebijakan transisi energi. Saat ini dunia sedang mengalami krisis iklim, dan Indonesia juga sudah punya target untuk menurunkan emisi karbon itu,” terangnya.
Berdasarkan laporan perusahaan, penjualan kendaraan berbahan bakar fosil, seperti mobil sepanjang tahun 2024 mencapai kurang lebih sekitar 483 ribu unit atau menguasai sekitar 56 persen pangsa pasar nasional. Sementara penjualan sepeda motor melalui PT Astra Honda Motor mencapai sekitar 4,9 juta unit dengan pangsa pasar sekitar 78 persen.
Sementara pada tahun 2025, Astra masih menguasai sekitar 51 persen pangsa pasar mobil nasional dengan estimasi penjualan sekitar 410 ribu unit. Sementara penjualan sepeda motor melalui Astra Honda Motor diperkirakan mencapai sekitar 5 juta unit atau tetap menguasai sekitar 78 persen pangsa pasar nasional.
Rudi menjelaskan bahwa, saat ini produksi penjualan kendaraan di pasaran nasional mayoritas masih menggunakan mesin pembakaran internal berbahan bakar fosil seperti bensin maupun solar.
“Saat ini, soal Hilirisasi, soal transisi energi, itu baru hanya sebatas campaign saja, pada prakteknya masih belum maksimal. Kita meminta agar, Menteri Perindustrian, mas Agus Gumiwang Kartasasmita segera memanggil pihak PT Astra International, semoga saja berani beliau.” Pungkas Rudi.
Sampai berita ini diturunkan, wartawan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari PT Astra International selalu industri otomotif terbesar di Indonesia. Demi keberimbangan berita, wartawan melakukan konfirmasi kepada Humas PT Astra, Puteri Permata, untuk meminta konfirmasi, namun tidak direspon.
Selain itu, sampai berita ini diturunkan, wartawan juga belum mendapatkan konfirmasi dan tanggapan secara resmi dari pihak Kementerian Perindustrian. (Haji Merah)

















