Didukung Penuh Seluruh Perangkat Desa dan Jajaran Forkopimcam, Pagelaran Wayang Kulit di Tambakreja Berlangsung Semarak

Berita, Uncategorized176 Dilihat
banner 468x60

CILACAP, 86News.co – Lapangan Desa Tambakreja malam ini berubah menjadi lautan manusia.

Ribuan warga dari berbagai penjuru memadati area untuk menyaksikan langsung Pagelaran Wayang Kulit akbar dalam rangka memperingati Perayaan Tahun Baru Islam, Muharram 1448 H / 2026 M.

banner 336x280

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap ini berlangsung sangat meriah, megah, dan penuh antusiasme.

Kemeriahan acara ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran jajaran Forkopimcam Kedungreja.

Tampak hadir di kursi undangan kehormatan, Camat Kedungreja Bapak Kukuh Setiaji, S.I.P., M.M., Sekretaris Camat (Sekcam) Kedungreja Bapak Teguh, Kapolsek Kedungreja Bapak Iptu Badrun, S.H., serta perwakilan dari Koramil Kedungreja.

Kehadiran mereka yang bersanding kompak bersama segenap Kepala Desa se-Kecamatan Kedungreja menunjukkan soliditas yang kuat antara pimpinan daerah, aparat keamanan, dan penegak hukum dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

Dalam sambutannya, Camat Kedungreja Bapak Kukuh Setiaji, S.I.P., M.M., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Tambakreja dan seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan pesta rakyat yang begitu megah. Beliau menekankan pentingnya esensi dari lakon yang dibawakan sebagai refleksi bersama.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Kedungreja sangat bangga melihat kekompakan dan kemeriahan malam ini.

Melalui momentum Muharram dan lakon ‘Wahyu Makutarama’ yang dibawakan, mari kita jadikan ajaran kepemimpinan luhur di dalamnya sebagai tuntunan nyata.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan desa di Kecamatan Kedungreja untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun daerah kita agar semakin maju dan sejahtera,” tutur Bapak Kukuh Setiaji dalam sambutannya yang disambut hangat oleh warga.

Kesuksesan luar biasa malam ini juga tidak lepas dari kerja keras dan gotong royong seluruh elemen internal desa.

Semua jajaran perangkat desa, mulai dari Sekretaris Desa, para Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), hingga seluruh Kepala Dusun (Kadus) dan staf jajaran Pemerintah Desa Tambakreja, tampak kompak bahu-membahu sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.

Tidak ketinggalan, dukungan penuh dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran Ketua RW, dan Ketua RT setempat turut memperkuat sinergi di lapangan demi memastikan pelayanan terbaik bagi para warga dan tamu undangan yang hadir.

Sejiwa dengan padatnya pengunjung dan tamu undangan sejak sore hari, jajaran pemuda-pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Tambakreja juga tampak sibuk luar biasa di sekitar lapangan.

Dengan sigap dan ramah, mereka bekerja sama dengan perangkat desa untuk mengatur arus lalu lintas serta menata kantong-kantong parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, milik warga masyarakat serta para tamu VIP agar kondisi di sekitar lokasi acara tetap tertib, aman, dan kondusif.

Kepala Desa Tambakreja, Sukiman, menyatakan rasa haru dan bangganya melihat kekompakan warga, dukungan dari jajaran Forkopimcam, kehadiran rekan-rekan sejawatnya, serta militansi jajaran perangkat desa dan pemuda.

“Malam ini benar-benar luar biasa meriah. Lapangan Desa Tambakreja penuh sesak oleh warga.

Kami sangat berterima kasih atas wejangan dan kehadiran Bapak Camat Kukuh Setiaji, Bapak Sekcam Teguh, Bapak Kapolsek Iptu Badrun, perwakilan Koramil, serta rekan-rekan Kades se-Kecamatan Kedungreja.

“Secara khusus, apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh jajaran perangkat desa, BPD, RT, RW, serta rekan-rekan Karang Taruna yang tanpa lelah memastikan semua lini berjalan lancar dan tertib,” ungkap Sukiman dengan penuh semangat.

Sebelum pertunjukan dimulai, suasana khidmat menyelimuti panggung utama saat dilaksanakannya prosesi sakral pembukaan acara.

Prosesi ini ditandai dengan penyerahan tokoh wayang oleh Kepala Desa Tambakreja, Sukiman, kepada Ki Dalang Sigit Jono Saputra.

Penyerahan wayang ini menjadi simbol diserahkannya mandat dan kepercayaan penuh dari pemerintah desa beserta masyarakat kepada sang dalang untuk memimpin jalannya pagelaran semalam suntuk, sekaligus menandai dimulainya acara secara resmi yang langsung disambut tepuk tangan gemuruh dari ribuan penonton.

Kemeriahan malam itu langsung memuncak pascaprosesi penyerahan tersebut.

Ki Dalang Sigit Jono Saputra asal Kesugihan mulai membuka kelir dengan membawakan lakon “Wahyu Makutarama” (Wahyu Mahkuto Romo).

Lakon legendaris ini mengisahkan tentang pencarian petunjuk kepemimpinan sejati yang mengandung ajaran luhur Hastha Brata—delapan watak alam yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin demi kemakmuran rakyatnya.

Pemilihan lakon ini dirasa sangat sakral dan tepat di hadapan jajaran Forkopimcam, perangkat desa, dan para pimpinan wilayah yang hadir, sebagai refleksi dan doa agar jalannya roda pemerintahan selalu amanah dan mengayomi masyarakat.

Antusiasme penonton yang meluber hingga ke pinggiran lapangan ternyata membawa dampak ekonomi yang nyata bagi sektor UMKM. Puluhan pedagang kaki lima meraup keuntungan berlipat ganjaran ramainya pengunjung.

Sukir, salah seorang pedagang yang ikut mengais rezeki di lokasi acara, mengaku sangat bersyukur dengan adanya pagelaran budaya ini.

Saat diwawancarai di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, wajahnya tampak semringah.

“Alhamdulillah, acara ini benar-benar membawa berkah buat kami para pedagang kecil. Pengunjungnya sangat ramai, dagangan saya sampai kewalahan melayaninya. Kalau bisa, acara-acara besar seperti ini sering-sering diadakan di lapangan desa,” ucap Sukir penuh rasa syukur.

Lewat sabetan wayang yang mantap, iringan gending gamelan yang rancak, serta selingan banyolan khas malam itu, pagelaran wayang kulit di lapangan terbuka ini sukses menjadi pesta rakyat yang berkesan.

Acara ini berhasil memadukan antara tontonan yang menghibur, tuntunan kepemimpinan yang bijak bagi para tokoh masyarakat, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat di Kecamatan Kedungreja. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *