Tragedi Proyek Kos-kosan Tembok Penahan Tebing Setinggi 8 Meter Ambruk Satu Pekerja Tewas Satu Lagi Luka Berat 

Berita, Uncategorized129 Dilihat
banner 468x60

Sumedang -86News co.- Sebuah kecelakaan kerja tragis menimpa proyek pembangunan kos-kosan di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Peristiwa ini menelan korban jiwa satu orang pekerja, sementara satu rekan lainnya mengalami luka berat berupa patah tulang tangan setelah tertimpa reruntuhan Tembok Penahan Tebing (TPT).Desa Hegarmanah Kac.Jatinangor kab Sumedang Jumaat 10/07/2026

Keterangan resmi terkait kronologi kejadian disampaikan oleh Kapolsek Jatinangor polres sumedang Polda Jabar , Kompol Rogers Thomas di lokasi kejadian. Menurut penjelasannya, musibah berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB, saat dua orang pekerja sedang melaksanakan pekerjaan penggalian fondasi bangunan di bagian bawah lokasi proyek.

banner 336x280

“Saat para pekerja tengah melakukan penggalian fondasi dasar, diduga muncul getaran dari aktivitas penggalian tersebut yang kemudian mempengaruhi kestabilan Tembok Penahan Tebing yang berada di bagian atas. TPT setinggi delapan meter itu seketika ambruk dan langsung menimpa kedua pekerja yang sedang bekerja di bawahnya,” jelas Kompol Rogers.

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, kondisi tembok penahan tebing tersebut diduga kehilangan tumpuan akibat galian yang terlalu dalam, sehingga posisinya menjadi seperti “fondasi gantung” dan akhirnya tidak mampu menahan beban tanah di atasnya, lalu roboh secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Dua pekerja yang menjadi korban telah diidentifikasi sebagai warga 1 Dodo 45 tahun Meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang diderita setelah tertimpa material tembok dan tanah.

2. Ikun 60 tahun Mengalami patah tulang pada salah satu tangannya serta luka-luka di bagian tubuh lain, saat ini telah dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait kini sedang melakukan pemeriksaan mendalam guna memastikan apakah prosedur keselamatan kerja telah diterapkan dengan benar di lokasi proyek, serta meneliti kelayakan teknis pembangunan fondasi dan kestabilan tembok penahan tebing yang ada.

Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaksana pembangunan untuk senantiasa mematuhi standar keselamatan kerja, melakukan pengecekan kestabilan lingkungan sebelum dan selama proses pengerjaan berlangsung, serta menjamin keamanan setiap pekerja yang terlibat di lokasi proyek. Perkembangan hasil penyelidikan selanjutnya akan disampaikan secara resmi kepada publik.

Editor ; Wawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *