Meriahkan Tradisi Memetri Bumi dan Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ribuan Warga Padati Desa Bumireja

Berita, Uncategorized137 Dilihat
banner 468x60

Cilacap, 86News.co – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H, Pemerintah Desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap menggelar tradisi “Memetri Bumi” yang dilanjutkan pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk pada Jumat, 10 Juli 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Bumireja ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam Kedungreja, Kepala Desa se-Kecamatan Kedungreja, serta ribuan masyarakat Desa Bumireja.

banner 336x280

Sambutan Kepala Desa Bumireja, Bambang Iman Turmudi, mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat serta panitia.

“Terima kasih kepada semua masyarakat dan panitia yang sudah bersama-sama memberikan sumbangsihnya. Berkat partisipasi masyarakat, acara Memetri Bumi berjalan lancar,” ujarnya.

Bambang juga mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama berdoa. “Mari kita berdoa untuk para petani agar padinya bagus, untuk para pengusaha dan pedagang agar usahanya lancar, dan untuk masyarakat yang merantau agar diberi kesehatan di perantauan. Mari kita sama-sama menonton wayang kulit semalam suntuk,” tambahnya.

Camat Kedungreja, Kukuh Setiaji, S.IP., M.M dalam sambutannya mengajak semua yang hadir untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Makna dari lakon wayang yang akan kita saksikan adalah agar kita senantiasa memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT,” pesannya.

Beliau juga berpesan kepada ibu-ibu yang hadir membawa anak kecil agar tetap menjaga dengan baik.

Puncak acara adalah pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dengan lakon “Sesaji Raja Surya” atau “Pendawa Sukur”.

Pagelaran menghadirkan dalang muda fenomenal asal Surakarta, Ki Dalang Panggung Bayu Aji atau lebih dikenal Ki MPP Bayu Aji. Lahir tahun 1984, beliau merupakan putra dari maestro dalang legendaris Ki Anom Suroto. Dengan iringan gamelan khas Banyumasan, lakon yang dibawakan sarat pesan moral tentang kepemimpinan, syukur, dan kebersamaan.

Pemerintah Desa Bumireja berharap tradisi “Memetri Bumi” ini terus lestari sebagai wujud syukur, perekat silaturahmi, dan upaya pelestarian budaya di tengah masyarakat.

Siswanto/Tugiman

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed