Komitmen Pemerintah Dalam Tinjauan Ekonomi, Benarkah ?

Opini173 Dilihat
banner 468x60

86NEWS.CO – Dalam teori ekonomi pembangunan, korupsi dianggap sebagai “pajak gelap” yang menghambat investasi dan mendistorsi alokasi sumber daya. Komitmen kepemimpinan nasional menjadi variabel kunci dalam menentukan kredibilitas ekonomi suatu negara.

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa pemerintah harus berjalan selaras dengan kehendak rakyat, di mana rakyat secara kolektif menolak pembiaran korupsi dan kelanjutan praktik penipuan dalam birokrasi PRESIDEN PRABOWO TEGASKAN TIDAK ADA RUANG UNTUK KORUPSI DI MANAPUN.

banner 336x280

Ditinjau dari perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), efektivitas organisasi pemerintah sangat bergantung pada integritas aparatnya. Tantangan utama yang dihadapi adalah sinkronisasi visi antara pimpinan tertinggi dengan para birokrat.

Presiden menekankan pentingnya birokrat untuk memahami keinginan rakyat; kegagalan dalam memahami hal ini akan menciptakan hambatan struktural dalam pelayanan publik.

Pada sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang secara historis dipandang memiliki kerentanan tinggi terhadap praktik korupsi, langkah pembenahan telah mulai menunjukkan hasil.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, BUMN yang selama puluhan tahun dianggap sebagai “sarang korupsi” kini sedang dalam proses perbaikan secara bertahap. Secara ekonomi, langkah ini krusial karena BUMN yang bersih akan meningkatkan kontribusi fiskal negara dan menurunkan biaya ekonomi tinggi.

Dari sisi Manajemen Pemasaran, upaya pemberantasan korupsi merupakan bagian dari strategi nation branding untuk membangun kepercayaan pasar internasional. Pernyataan tegas bahwa “tidak ada ruang untuk korupsi di manapun” berfungsi sebagai sinyal positif bagi investor mengenai kepastian hukum dan transparansi di Indonesia.

Pertanyaan “Benarkah?” mengenai komitmen pemerintah terjawab melalui tindakan nyata dalam membenahi instansi yang selama ini terbelenggu praktik korup. Kehendak rakyat yang menginginkan transparansi dan kejujuran kini menjadi lokomotif utama kebijakan ekonomi. Transformasi ini, jika dilakukan secara konsisten, akan mengubah wajah ekonomi Indonesia menjadi lebih kompetitif dan berintegritas.

Oleh : Prof.Dr.H.Salim Basalamah,SE.,M.Si.    Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis UMI

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *