Renovasi 4 Sekolah Swasta di Lahewa Nias Utara Berhenti Pekerjaan, Rekanan Didesak Bayar Upah Pekerja dan Bahan Material

Berita, Uncategorized249 Dilihat
banner 468x60

Nias Utara, 86News.co – Pekerjaan rehabilitasi dan renovasi di 4 sekolah swasta di Kelurahan Lahewa, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara dihentikan sementara. Penyebabnya, pembayaran upah pekerja dan pembelian bahan material seperti pasir dan batu belum dibayarkan oleh pihak rekanan. Senin (13/07/2026).

Proyek tersebut bersumber dari anggaran APBN 2025-2026 Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara 6. Berdasarkan papan informasi di lokasi, total anggaran untuk wilayah Nias Utara mencapai Rp 18,7 miliar lebih.

banner 336x280

Dari jumlah tersebut, Rp 14 miliar lebih dialokasikan untuk 4 sekolah di Lahewa, yaitu MIS Muhammadiyah Lahewa, MIS NU II Lahewa, MTSS Persiapan Negeri Lahewa, dan MAS Lahewa. Sementara Rp 4 miliar lebih untuk MTSS Ash Habul Kahfi di Kota Gunungsitoli. Hal ini disampaikan M. Zega, MT selaku pihak pengawas di lapangan saat dikonfirmasi.

Beberapa sumber dari pekerja yang ditemui di lokasi mengaku sudah menghentikan aktivitas sejak pembayaran belum diterima. Mereka berharap haknya segera dibayarkan karena kebutuhan untuk biaya anak sekolah mendesak.

Hal senada disampaikan sejumlah suplayer bahan material. Sesuai perjanjian awal, pembayaran dilakukan sekali seminggu (Setiap Hari Sabtu) Namun dalam praktiknya tidak sesuai kesepakatan. Keterlambatan ini juga memicu protes dari pemilik kendaraan pengangkut material kepada suplayer.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rekanan pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pembayaran tersebut.

Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara 6 diharapkan dapat segera melakukan klarifikasi dan memfasilitasi penyelesaian agar pekerjaan dapat dilanjutkan. Sebab, proyek ini menyangkut kelancaran kegiatan belajar mengajar di 4 sekolah swasta di Lahewa.

Informasi yang di peroleh dari pekerja dan juga dari suplayer bahan material menjelaskan bahwa sudah berkali-kali menghubungi pihak rekanan yang selama ini komunikasi kepada mereka (Ama Puri Dachi) terkait pembayaran tersebut, namun apa jawaban yang di dapat adalah sabar mungkin dua bulan kedelapan kita akan bayarkan semua.Pernyataan ini bukan solusi malah menambah beban yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Ketika di konfirmasi yang di sebut sebut Ama Puri dakhi melalui Nomor WhatsApp pribadi nya menyampaikan tidak pernah saya menjawab benar atau tidak yang mereka katakan dan tidak perlu saya berkomentar silahkan mereka mengatakan apa jawaban dengan singkat. (Red/Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *