Jeneponto, 86News.co – Di tepian Sungai Mataparallu Desa Samataring, suara cangkul, sekop, dan adukan semen kembali memecah keringat dan semangat.
Di bawah terik matahari, personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan talud di sisi kanan dan kiri Jembatan Garuda Merah Putih. Selasa (14/7/2026).
Bagi sebagian orang, pekerjaan itu mungkin hanya rangkaian pembangunan biasa. Namun bagi warga Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur, setiap batu yang tersusun adalah harapan yang perlahan berdiri menjadi kenyataan.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih, program Presiden Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat di wilayah Kodim 1425/Jeneponto, terus menunjukkan perkembangan.
Setelah struktur utama berdiri, pekerjaan kini difokuskan pada pembangunan talud sebagai penguat konstruksi sekaligus pelindung jembatan dari gerusan arus sungai, agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Jembatan yang menghubungkan Desa Samataring dengan Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto ini dikerjakan melalui semangat kebersamaan antara personel TNI dan berbagai elemen masyarakat.
Tidak ada jarak dalam pekerjaan itu. Semua menyatu dalam tujuan yang sama, menghadirkan akses yang lebih aman dan lebih baik bagi generasi hari ini maupun generasi yang akan datang.
Bagi masyarakat, Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar bentangan beton yang menghubungkan dua wilayah. Ia menjadi simbol bangkitnya harapan setelah bertahun-tahun warga menghadapi keterbatasan akses.
Setiap perkembangan pembangunan menghadirkan keyakinan bahwa perjalanan menuju sekolah, membawa hasil pertanian, hingga menjangkau pelayanan kesehatan akan menjadi lebih mudah ketika jembatan ini selesai.
Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengatakan bahwa pembangunan talud merupakan bagian penting dari keseluruhan konstruksi Jembatan Garuda Merah Putih.
Meski tidak selalu terlihat mencolok, keberadaan talud memiliki fungsi vital dalam menjaga kekuatan pondasi dan melindungi jembatan dari potensi erosi maupun gerusan air sungai.
Menurutnya, setiap tahapan pembangunan memiliki arti yang sama pentingnya karena seluruhnya saling berkaitan. Oleh sebab itu, pekerjaan terus diawasi agar dilaksanakan sesuai standar teknis, sehingga jembatan yang dibangun benar-benar berkualitas dan mampu dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
Dandim menegaskan bahwa program pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bentuk nyata perhatian Presiden Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang baik diyakini akan menjadi penggerak lahirnya berbagai peluang baru bagi warga.
Lebih lanjut, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen masyarakat yang sejak awal turut bekerja bersama personel TNI.
Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi bukti bahwa pembangunan akan memberikan hasil terbaik ketika dikerjakan dengan kebersamaan dan rasa memiliki.
“Kami berharap Jembatan Garuda Merah Putih tidak hanya menjadi penghubung antara Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. Ketika akses terbuka, maka kesempatan untuk belajar, bekerja, berusaha, dan berkembang juga akan semakin luas. Itulah makna pengabdian yang terus diwujudkan TNI AD melalui Kodim 1425/Jeneponto bersama rakyat,” tutup Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa. (Jahja)

















