Aktivis 98 Ajak Kaum Muda Kawal Demokrasi, Ingatkan Pemerintah Jaga Supremasi Sipil

banner 468x60

JAKARTA, 86NEWS.CO– Eksponen aktivis 98 mengajak generasi muda untuk terus mengawal proses demokrasi serta mengingatkan pemerintah untuk tetap menjaga prinsip supremasi sipil, sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seruan itu mengemuka dalam forum diskusi bertema, “98 Menggugat Jilid 2: Anak Muda Berteriak” yang berlangsung di Guyonan Cafe, Jakarta.

banner 336x280

Forum diskusi yang mempertemukan Aktivis 98 dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu menjadi ruang diskusi dan ruang temu mengenai isu-isu kebangsaan.

Aktivis 98, Alex Leonardo dalam sambutannya mengatakan, forum 98 Menggugat akan terus menjadi ruang dialog lintas generasi untuk mempertemukan pengalaman Aktivis Reformasi 98 dengan generasi muda dalam hal gagasan.

“Jadi forum ini dibuat sebagai jembatan yang mempertemukan pengalaman aktivis 98 dengan generasi muda. Idenya yakni menjaga demokrasi dengan cara-cara yang damai, konstitusional, dan bermartabat.” Kata Alex.

Senada dengan Alex, Ketua Umum Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS), Hotmartua Simanjuntak, mengatakan, semangat Reformasi 1998 lahir untuk menghadirkan pemerintahan yang menjunjung tinggi keadilan, demokrasi, dan keberpihakan kepada rakyat.

Mahasiswa Magister UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menambahkan bahwa, cita-cita reformasi harus terus dijaga melalui partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan.

“Semangat reformasi lahir untuk menghadirkan keadilan. Ketika masyarakat masih merasakan banyak ketidakadilan, maka tugas moral kita adalah terus mengingatkan pemerintah agar kembali berpihak kepada rakyat,” kata Hotmartua.

Selain itu, Hotmartua juga menambahkan bahwa, supremasi sipil juga harus tetap tegas dan dijadikan sebagai pilar utama demokrasi dalam penyelenggaraan negara.

“Demokrasi membutuhkan supremasi sipil yang kuat. Kita harus terus mengawal agar prinsip-prinsip tersebut tetap menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Diketahui, diskusi berjalan dinamis dengan beragam pandangan, dari mahasiswa hingga Aktivis 98 terkait dengan tantangan demokrasi di Indonesia.

Dalam forum tersebut, peserta diskusi itu menilai bahwa, ruang dialog yang terbuka dan kritis perlu terus dipelihara, dan penguatan demokrasi harus terus dikakukan, melalui partisipasi generasi muda dalam mengawal arah perjalanan bangsa.

Diketahui, di sela-sela akan di mulainya diskusi, Aktivis NocturNo, Brahma Heru Pamungkas membacakan puisi terkait polemik atas usulan Presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. (Haji Merah).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *