Evaluasi Kebijakan dan Supermasi Hukum Jadi Desakan Mahasiswa Pada Pemerintah

banner 468x60

JAKARTA, 86NEWS.CO– Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendorong agar pemerintah segera melakukan evaluasi pada sejumlah kebijakan publik dan kembali memperkuat penegakan hukum sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berkeadilan.

Pandangan itu mengemuka dalam forum diskusi “98 Menggugat Jilid 2: Anak Muda Berteriak” yang digelar Komunitas 98 Garis Lucu, Sabtu (25/07) di Guyonan Cafe, Kebayoran Jakarta Selatan.

banner 336x280

Forum yang mempertemukan mahasiswa dengan Aktivis 98 tersebut, menjadi jembatan sekaligus ruang bertukar gagasan dan isu-isu kebangsaan, mulai dari implementasi kebijakan pemerintah, dugaan kasus korupsi, hingga tantangan penegakan hukum di Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Deodatus Sunda mengatakan, kebijakan publik diera kepemimpinan Prabowo-Gibran, harus disusun berdasarkan kajian yang matang.

Mahasiswa yang akrab disapa Dendi itu menilai bahwa, saat ini terdapat sejumlah program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), perlu dievaluasi secara berkala, agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Setiap kebijakan publik harus melalui kajian yang matang. Program yang tidak disusun secara cermat berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diharapkan bagi masyarakat seperti yang sedang terjadi,” kata Dendi.

Tidak hanya itu, Dendi juga menyoroti praktek penegakan hukum yang dinilai masih menjadi tantangan dalam mewujudkan cita-cita Reformasi 1998. Ia menjelaskan, ada banyak kasus hukum yang menjadi perhatian publik.

Senada, mahasiswa Universitas Atma Jaya, Fransisca Angela, mengatakan, kepastian hukum dan perlakuan yang adil merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan penegakan hukum yang adil. Banyaknya kasus hukum yang mencuat menjadi pengingat bahwa reformasi sektor hukum masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Fransisca.

Diketahui, dalam diskusi itu, peserta menyinggung sejumlah isu nasional yang berkembang di ruang publik. Selain itu, Forum “98 Menggugat Jilid 2: Anak Muda Berteriak” menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan Aktivis 98 sebagai langkah memperkuat tradisi berpikir kritis. (Haji Merah)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *