Pangandaran, 86News.co – Kemacetan di jalur arteri dan di lokasi Obwis Pantai Pangandaran selalu terjadi dalam setiap libur besar,perlunya pengelolaan kantong parkir yang baik sehingga dapat mengurangi kemacetan dan penumpukan kendaraan.
Kepadatan terjadi terutama saat arus balik atau cekout dengan bersamaan dan masuknya kendaraan dari arah Banjar dan Cilacap, Jawa Tengah.
Tidak lepas dari petugas kepolisian Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik.
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengusulkan beberapa solusi untuk mengurangi kemacetan yang terjadi setiap musim liburan.
“Biasanya kemacetan terjadi ketika kendaraan pengunjung datang bersamaan dengan arus balik dari objek wisata,” ucap Asep, Senin (14/4/2025).
Menurutnya, pengelolaan kantong parkir yang baik bisa membantu mengurangi kemacetan di dalam kawasan wisata. Ia juga menyampaikan sejumlah solusi jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Kami menyarankan perbaikan jalan alternatif dari belokan depan Rumah Makan Brongkos menuju Terminal Kalipucang. Tujuannya untuk mengurangi penumpukan kendaraan di simpang tiga Pancimas, Kalipucang,” ujarnya.
Menurutnya, kendaraan dari arah Pangandaran bisa dibelokkan ke jalan alternatif menuju Terminal Kalipucang, sehingga tidak bertumpuk di simpang tiga Pancimas yang juga dilalui kendaraan dari arah Banjar dan Cilacap.
Untuk jangka menengahnya, kata Asep, jalan nasional di kawasan hutan Emplak, Kalipucang, diluruskan. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan.
“jika bukit dipotong, bisa dibangun dua jalur di tikungan tajam, seperti halnya di Jalan Nasional Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan dibangun jalur baru untuk menghindari kemacetan dan meminimalkan kecelakaan,” terangnya.
Solusi Jangka Panjangnya, pembangunan jalur pantai yang menghubungkan Pantai Karapyak hingga Pantai Timur Pangandaran, melewati Karang Nini. Jalan ini akan memudahkan akses ke sejumlah objek wisata, mulai dari Kalipucang sampai Pantai Pangandaran.
“Tinggal bagaimana pemerintah daerah menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR, untuk mengusulkan pembangunan jalan baru dan meluruskan jalan nasional di kawasan hutan Emplak, serta membangun jalur pantai Karapyak–Karang Nini–Pantai Timur,” ujarnya.
Apabila jalan tol menuju Pangandaran sudah selesai dibangun, jumlah kendaraan yang masuk akan meningkat. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan jalan-jalan baru sebagai langkah antisipasi.
“Apalagi kalau jalan tol ke Pangandaran sudah jadi, volume kendaraan yang masuk akan terus bertambah. Jadi untuk jangka panjangnya, perlu dibangun jalan-jalan baru untuk mengurangi kemacetan,” pungkasnya. (Eris)











