Targetkan 50.000 Hektar, Kementan Bersama Pemprov Jateng, Pemkab Cilacap, dan Satgas Pangan Gelar Gerakan Tanam Serempak di Patimuan

Berita, Uncategorized234 Dilihat
banner 468x60

CILACAP, 86News.co – Guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengoptimalkan produktivitas sektor agraris, Gerakan Tanam Serempak dengan target luasan mencapai 50.000 hektar resmi dicanangkan di kawasan persawahan Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026).

Aksi nyata di sektor pertanian ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

banner 336x280

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, didampingi langsung oleh Pj Bupati Cilacap beserta jajaran Forkopimda.

Guna memastikan seluruh proses hulu ke hilir berjalan lancar, jajaran Satgas Pangan dari Korlantas Polri bersama unsur terkait turut hadir mengawal jalannya program strategis ini.

Keberadaan Satgas Pangan bertujuan untuk menjamin kelancaran distribusi sarana produksi pertanian (saprodi) seperti pupuk dan benih, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Sinergi lintas instansi ini ditandai dengan prosesi penanaman padi secara simbolis di petak sawah Desa Bulupayung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah papan penanda menegaskan keterlibatan berbagai unsur penting, mulai dari jajaran instansi pusat hingga daerah, antara lain:

Kepala BPPSDMP, Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (mewakili Gubernur Jateng), Pj Bupati Cilacap, Tim Satgas Pangan Korlantas Polri, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), Korps Alumni Pendidikan Dieng (Kalsi/Alumni), Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) / Unsur Kewilayahan, Camat Patimuan beserta jajaran unsur pimpinan kecamatan
Gerakan Tanam Serempak seluas 50.000 hektar ini dirancang untuk menyeragamkan manajemen masa tanam secara terjadwal.

Pola tanam bersama di hamparan sawah Patimuan ini dinilai sangat efektif secara teknis untuk memutus siklus organisme pengganggu tumbuhan (OPT), meminimalisir risiko serangan hama, serta mengefektifkan pembagian debit air irigasi ke lahan-lahan warga.

Melalui integrasi teknologi pertanian modern, pendampingan intensif dari para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), kerja keras kelompok tani setempat, serta pengawasan ketat dari Satgas Pangan, gerakan massal ini diharapkan mampu mendongkrak kuantitas dan kualitas hasil panen secara signifikan.

Langkah ini sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan ekonomi para petani di wilayah Cilacap dan Jawa Tengah pada umumnya. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *