Cilacap, 86News.co – Di tengah riuhnya aktivitas Pasar Pancasila, pertanyaan tentang pengelolaan retribusi menggelayuti benak pedagang dan warga Patimuan. Ke mana larinya setiap rupiah yang mereka setorkan? Klarifikasi Kepala Desa justru menambah misteri. Janji data dari bendahara tak kunjung terealisasi, meninggalkan rasa frustrasi dan ketidakjelasan.
Awak media, termasuk Tugiman dari lin-ri.com, turut merasakan kekecewaan tersebut. Harapan akan transparansi data pupus, hanya menyisakan kata-kata tanpa bukti yang terverifikasi. Menelusuri aliran dana retribusi Pasar Pancasila ibarat mencari jarum di tumpukan jerami.
Kecurigaan warga pun semakin menguat. Jawaban Kades yang minim substansi justru memicu ketidakpercayaan. Media, termasuk lin-ri.com, berkomitmen untuk mengungkap ketidakjelasan ini.
Kisah Pasar Pancasila bukan hanya soal retribusi, tetapi juga tentang hak warga untuk mendapatkan informasi dan transparansi dari pemimpinnya.
Akankah misteri ini terungkap? Waktu dan kegigihan pencari kebenaran yang akan menjawabnya. (Red)

















