Patroli Gabungan TNI-Polri di Bandung Diprovokasi Kelompok Anarko, Isu Aparat Masuk Kampus Unisba Hoaks

Berita, Uncategorized1376 Dilihat
banner 468x60

Garut, 86News.co – Dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Jawa Barat, Kodam III/Siliwangi mendukung Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dengan menggelar patroli gabungan di wilayah Kota Bandung pada Senin (1/9/2025) malam hingga dini hari.

Patroli tersebut melibatkan 200 personel Polri dan 45 personel TNI, serta didukung kendaraan operasional berupa 80 unit motor (R2), 8 unit mobil (R4), 2 unit rantis Anoa, dan 2 unit ransus Maung. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

banner 336x280

Penentuan titik patroli dilakukan berdasarkan laporan kerawanan dari masyarakat yang diterima melalui Danramil Mayor Inf Dedi Rusyana dari Ketua RT, kemudian dikonfirmasi dengan para RW. Dari laporan tersebut, Kodim 0618/Kota Bandung bersama Polresta Bandung menetapkan sejumlah titik rawan untuk dipantau.

Salah satu rute patroli melewati depan Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat melintas, rombongan patroli mendapat provokasi dari kelompok anarko yang melemparkan bom molotov, batu, hebel, dan benda-benda keras lainnya.

Menanggapi hal tersebut, pasukan Dalmas Polresta Bandung segera membentuk formasi pengamanan. Karena intensitas pelemparan semakin meningkat, aparat akhirnya menembakkan gas air mata untuk mengurai massa. Kelompok anarko kemudian melarikan diri masuk ke area kampus. Namun, sesuai prosedur, aparat tidak melakukan pengejaran karena massa sudah berada di dalam lingkungan kampus.

Dari kejadian itu, tidak ada korban dari pihak kelompok anarko. Sementara di pihak aparat, sebuah kendaraan taktis sempat terkena lemparan molotov, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Selain itu, patroli gabungan juga menemukan adanya tumpukan batu dan kayu di Jalan Tamansari serta sejumlah orang berpakaian hitam yang berupaya melakukan blokade jalan. Aksi tersebut diduga dilakukan untuk memancing aparat masuk ke dalam kampus.

Polda Jabar menegaskan bahwa isu aparat membawa senjata dan memasuki kampus Unisba adalah hoaks. Faktanya, jarak petugas saat itu sekitar 200 meter dari kampus, sehingga tidak benar ada aparat yang masuk ke dalam lingkungan kampus.

TNI-Polri mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban, terlebih pada malam hari yang merupakan waktu istirahat, Pungkas Kodam III/Siliwangi.

sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Qashash ayat 73 dan QS. Al-Furqan ayat 47.

Patroli gabungan ini merupakan kegiatan rutin yang terus dilakukan di Kota Bandung guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

MUKRIN

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *