Indramayu -86News co.- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa program donasi Rp1.000 sehari yang bertujuan untuk membantu warga kurang mampu di Jawa Barat bukanlah sebuah kewajiban. Penegasan ini disampaikan saat beliau melakukan kunjungan kerja di Indramayu pada hari Selasa 07/10/2025.
“Ini nggak ada kewajiban,” ujar Dedi Mulyadi, menekankan bahwa partisipasi dalam program donasi ini bersifat sukarela dan didasari oleh kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Meski demikian, Dedi Mulyadi menyampaikan harapan besar agar di tahun 2026 mendatang, Jawa Barat dapat terbebas dari potret kemiskinan yang memilukan. Beliau tidak ingin lagi melihat video-video viral di media sosial yang menampilkan kondisi rumah warga yang ambruk atau pelajar yang tidak memiliki seragam sekolah.
“Kita berharap tahun depan tidak ada lagi video viral rumah ambruk, anak sekolah nggak punya seragam,” tuturnya dengan nada prihatin.
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari donasi masyarakat Jawa Barat akan dialokasikan secara efektif dan efisien untuk membantu meringankan beban warga yang kurang mampu, termasuk para pelajar yang membutuhkan dukungan. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Uang dari donasi masyarakat Jawa Barat akan digunakan untuk membantu dan meringankan warga maupun pelajar Jawa Barat yang tidak mampu,” jelasnya.
Dengan adanya program donasi ini, diharapkan dapat tumbuh semangat gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat Jawa Barat. Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. dikutif
Editor : Wawan











