Garut, 86News.co – Komunitas Wanita Hebat Garut (Wahegar) menggelar acara Gebyar Senam 1.000 Peserta dan Bazar UMKM di halaman Korem 062/TN Garut, Jalan Bratayuda, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk peringatan Hari Pahlawan sekaligus ajang mempererat kebersamaan masyarakat lintas komunitas di Kabupaten Garut.
Ketua Wahegar, Susi Susilawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa ini merupakan pertama kalinya Wahegar melaksanakan kegiatan besar di area Korem 062/TN Garut. “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menyatukan semangat Hari Pahlawan. Pesertanya dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu menengah ke bawah hingga ke atas. Olahraga itu milik semua, tidak memandang usia maupun latar belakang,” ujarnya.
Acara senam massal tersebut semakin meriah dengan hadirnya DJ Moy Yi dari Jakarta sebagai pengiring musik senam. Ribuan peserta dari berbagai komunitas, organisasi, profesi, hingga masyarakat umum memadati lapangan sejak pagi hari. Selain senam, turut digelar Bazar UMKM binaan Wahegar sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha perempuan di Garut.
Susi menegaskan bahwa Wahegar memiliki misi besar untuk memajukan perempuan Garut agar lebih mandiri. “Kami ingin perempuan Garut bisa maju, bermartabat, dan mandiri seperti pejuang perempuan Indonesia, mulai dari Cut Nyak Dhien hingga R.A. Kartini. Wahegar juga membina UMKM agar bisa terus berkembang,” katanya.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya perwakilan Bupati Garut melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala DPPKBPPPA yang juga Ketua BOW, perwakilan Formi, serta anggota DPR RI Komisi VI Imas Aan Ubudiah, S.Pd.I.
Dalam keterangannya, Imas menyebut kehadirannya bukan hanya sebagai anggota DPR RI namun juga sebagai warga Garut dan sahabat lama Susi. Ia mengapresiasi langkah Wahegar yang berhasil menggerakkan UMKM perempuan melalui data klaster permodalan.
“Pemerintah punya program, tapi kalau tidak ada data akan sulit. Wahegar punya data kluster: modal 20 juta ke bawah, 50 juta ke bawah, hingga 100 juta ke bawah. Produk mereka bagus, hanya perlu sentuhan kemasan dan permodalan,” jelasnya.
Imas juga menyoroti kendala umum pelaku UMKM di Garut terkait persoalan utang dengan leasing (BICK). Ia mendorong agar koperasi desa menjadi solusi bantuan permodalan.
“Koperasi Desa Merah Putih bisa menjadi sarana membantu mereka. Presiden Prabowo sudah menginstruksikan untuk mengutamakan produk dalam negeri,” ujarnya.
Sebagai dukungan nyata, Imas menyampaikan ide agar tahun depan Wahegar menggelar lomba UMKM tingkat kecamatan, bekerja sama dengan bidang koperasi dan media. Ia menjanjikan hadiah utama sebesar Rp5 juta untuk UMKM terbaik, direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.
“Data UMKM yang sudah dihimpun tinggal diserahkan ke Pemda. Jangan lelah, teruskan semangatnya. Wahegar punya potensi besar,” tutur Imas menutup pernyataannya.
MUKRIN











