Sumedang -86News co.- Proyek rehabilitasi ruangan kelas SD cigendel Kacamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menjadi sorotan publik setelah adanya temuan yang menunjukkan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi yang telah direncanakan dan dilaporkan. Temuan ini mencuat setelah adanya komunikasi melalui telepon yang tidak direspon oleh pihak terkait, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran sebesar Rp. 149.900.000,00 (Seratus Empat Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah).
Menurut laporan yang diterima dari masyarakat dan sejumlah sumber di lapangan, kondisi rehabilitasi yang dilakukan di ruangan kelas tidak memenuhi standar kualitas dan keamanan. Beberapa material yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang seharusnya dipakai, seperti penggunaan besi banci, besi jaringan kecil, dan bahan ipis yang tidak layak digunakan untuk konstruksi bangunan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan daya tahan bangunan yang telah direhabilitasi.
Selain itu, adanya dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran juga menjadi perhatian. Dana sebesar Rp. 149.900.000,00 yang dialokasikan untuk proyek ini diduga tidak sepenuhnya digunakan secara transparan dan sesuai prosedur. Beberapa pihak menyayangkan kurangnya komunikasi dan transparansi dari pihak pelaksana proyek, yang terlihat dari sulitnya menghubungi mereka melalui telepon dan tidak adanya klarifikasi resmi terkait temuan ini.
Sampai saat ini, upaya konfirmasi dan klarifikasi dari pihak terkait, termasuk kontraktor dan pelaksanaan di lapangan belum mendapatkan respon yang memuaskan. Pihak masyarakat dan pemerhati pembangunan mendesak agar dilakukan audit independen guna memastikan keabsahan penggunaan dana dan kualitas hasil rehabilitasi.
SD Cigendel Kecamatan Pamulihan, menyatakan bahwa pihak pelaksana tidak respon telpon sulurel Dari media 86News mencoba telpon Beberapa kali juga tidak ada jawaban tidak di angkat angkat sampai berita ini tayang langkah-langkah penyelidikan dan meminta pihak berwenang untuk turun tangan dalam mengusut tuntas permasalahan ini. Ia juga menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan warga tetap menjadi prioritas utama, dan tidak akan mentolerir adanya penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Masyarakat desa Cigendel berharap, pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas dan transparan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Mereka juga mengingatkan agar proyek pembangunan dan rehabilitasi di desa tidak hanya mengedepankan aspek anggaran, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan bangunan yang akan digunakan oleh pekerja
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerugian negara serta dampak negatif terhadap pembangunan Rehab SD cigendel yang seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Diharapkan, kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian mutu proyek pembangunan di masa mendatang.
Red****











