Framing Umrah Bupati Aceh Selatan Berlebihan, Zirhan: Krisis Kemanusiaan Aceh Harus Jadi Prioritas

Berita, Uncategorized440 Dilihat
banner 468x60

Tapaktuan, 86News.co – Salah satu masyarakat Aceh Selatan, Zirhan, SP, memberikan pandangan menyejukkan di tengah ramainya sorotan publik terkait keberangkatan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE., M.Sos., untuk menunaikan ibadah Nazar umrah saat Aceh dilanda bencana.

Zirhan menilai, dinamika pemberitaan yang muncul akhir-akhir ini terkesan terlalu dibesar-besarkan sehingga menciptakan kesan seolah Aceh Selatan berada dalam situasi darurat besar. Padahal, menurutnya, kondisi di lapangan justru relatif stabil.

banner 336x280

“Kalau kita melihat langsung, Aceh Selatan masih dalam keadaan baik. Pemerintahan tetap berjalan, layanan kesehatan dan pendidikan tidak terganggu. Jadi situasinya tidak seperti yang ramai diangkat,” ujarnya kepada 86News.co, Senin (08/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa ada daerah lain yang saat ini menghadapi kondisi lebih berat dan sangat membutuhkan perhatian. Aceh Tamiang, misalnya, masih mengalami lumpuh total, banyak warga bertahan di pengungsian, pasokan logistik belum merata, dan fasilitas kesehatan belum pulih. Begitu juga beberapa wilayah Aceh Tengah yang hingga kini masih sulit dijangkau.

“Sementara Aceh Selatan tidak ada warga kelaparan atau rumah yang rusak berat akibat banjir. Silakan cek lapangan. Justru di wilayah tengah ada ratusan ribu warga yang sangat membutuhkan penanganan cepat. Ini harus menjadi fokus besar kita,” tutur mantan anggota DPRK itu dengan nada tenang.

Zirhan mengakui bahwa secara etika, keberangkatan Bupati Mirwan mungkin dianggap kurang tepat waktunya. Namun ia mengingatkan bahwa fokus publik jangan sampai teralihkan dari isu yang jauh lebih besar, yaitu perlunya pemerintah pusat menetapkan status bencana nasional di Aceh.

“Isu umrah jangan sampai membuat kita lupa bahwa Aceh sedang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Penetapan status bencana nasional itu jauh lebih mendesak untuk ribuan warga yang masih terdampak,” jelasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh pihak untuk menempatkan penanganan kemanusiaan sebagai prioritas utama.

“Sudah 12 hari bencana berlangsung, tapi penanganannya masih belum maksimal. Mari kita saling menguatkan dan fokus membantu saudara-saudara kita yang sedang kesusahan,” tambahnya dengan suara yang lebih lembut.

Menutup keterangannya, Zirhan menegaskan bahwa urusan terkait Bupati Mirwan secara administrasi sudah berada dalam ranah Kementerian Dalam Negeri.

“Soal Bupati, biarkan mekanisme di Kemendagri berjalan. Jangan sampai kita larut dalam satu isu hingga lupa bahwa ada banyak warga Aceh yang masih membutuhkan perhatian ekstra,” tutupnya dengan penuh keprihatinan. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *