Korban Terseret Ombak di Pantai Pangandaran, Pelajar Asal Cileunyi Bandung Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dihilangkan Gelombang Selama Sembilan Belas Jam

Berita, Uncategorized288 Dilihat
banner 468x60

PANGANDARAN, 86News.co – Kejadian menyedihkan melanda Pantai Pangandaran ketika seorang pelajar asal Cileunyi, Kabupaten Bandung, Wildan (13 tahun), ditemukan meninggal dunia setelah hilang terseret ombak pada Kamis 25/12/2025 sore. Jenazah korban yang terbawa gelombang laut selama sembilan belas jam akhirnya ditemukan warga dan petugas pada Jumat 26/12/2025 siang di sekitaran pos 5 Pangandaran Sunset.

Menurut informasi yang diperoleh, Wildan yang datang sebagai wisatawan ke Pantai Pangandaran bersama keluarga sedang berada di area pos 3 Pantai Pangandaran pada pukul 17.00 WIB kemarin. Saat itu, kondisi ombak pantai dinilai cukup kuat dan tiba-tiba menyeret korban yang sedang berada di dekat perairan. Keluarga dan warga di sekitar segera melakukan upaya penyelamatan, namun upaya tersebut gagal karena ombak yang terus membanjiri dan kondisi air yang deras.

banner 336x280

Setelah kejadian, pihak kepolisian, petugas pemadam kebakaran (Damkar), dan relawan segera meluncurkan operasi pencarian korban. Pencarian dilakukan secara intensif mulai dari sore Kamis hingga larut malam, namun korban belum terlihat tanda-tanda keberadaannya. Operasi pencarian dilanjutkan pada pagi hari Jumat dengan dukungan perahu dan tenaga manusia lebih banyak, dengan harapan korban bisa ditemukan masih hidup.

Namun, harapan itu tidak terpenuhi. Pada pukul 13.00 WIB siang hari Jumat, sepasang warga yang sedang berjalan-jalan di bibir pantai sekitar pos 5 Pangandaran Sunset menemukan benda yang dianggap sebagai jenazah. Setelah dipastikan oleh petugas, ternyata itu adalah jenazah Wildan yang telah meninggal dunia. Kondisi jenazah masih terjaga meskipun telah terbawa gelombang laut selama lebih dari sehari.

Setelah ditemukan, jenazah langsung ditangani oleh petugas kesehatan dan dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega untuk melakukan pemeriksaan otopsi dan penanganan selanjutnya. Keluarga korban yang merasa sedih dan terkejut telah tiba di RSUD Pandega untuk menerima jenazah dan melakukan prosedur administrasi.

Kepala Petugas Pantai Pangandaran Dodo Taryana menyampaikan bahwa kondisi ombak di Pantai Pangandaran pada hari kejadian memang cukup berbahaya dan telah diberi peringatan kepada wisatawan untuk tidak terlalu mendekati perairan. “Kami selalu memberitahu wisatawan tentang bahaya ombak, terutama pada waktu sore dan malam hari. Sayangnya, pada kejadian ini, korban tidak mampu menghindari ombak yang tiba-tiba kuat,” ujarnya dalam keterangan singkat.

Sementara itu, Kapolres pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kejadian.

“Kami akan memeriksa testimoni dari keluarga, warga, dan petugas yang ada di lokasi saat kejadian. Tujuan adalah untuk memastikan tidak ada elemen kejahatan dan untuk mengambil pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelas Kapolres.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pangandaran untuk selalu waspada terhadap kondisi ombak dan mematuhi peringatan yang diberikan oleh petugas pantai.

Pantai Pangandaran yang terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya yang indah juga memiliki risiko bahaya yang tidak boleh diabaikan, terutama pada musim tertentu atau waktu tertentu sehari-hari.

Saat ini, keluarga korban sedang mempersiapkan proses pemakaman jenazah Wildan ke kampung halamannya di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Semua pihak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Red***/ Wawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *