Tingkat Kesejahteraan Nelayan Pulau Buru, Sangat Mempengaruhi Tingkat Sosial Budaya, Ekologi dan Kelembagaan

Berita, Uncategorized297 Dilihat
banner 468x60

Makassar, 86News.co – Maluku memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah mulai dari sumberdaya hayati maupun non hayati yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Maluku juga merupakan provinsi kepulauan dengan total panjang garis pantai 10.662 KM dan memiliki 1.340 Pulau, ditambah besarnya potensi perika an yang ada, seharusnya mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang mendiami sepanjang wilayah pesisir, meski ternyata kondusi yang dialami sebagian besar masyarakat pesisir terutama nelayan tak sepenuhnya sejahtera.

Ini diungkapkan Wilda Fesanrey dalam Disertasinya tentang Strategi pengembangan kesejshteraan nelayan kecil di Kabupaten Buru ketika mengikuti Gelar uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Pada Program Pasca Sarjana PPs umi makassar di kampus PPs umi, Rabu 8 April 2026.

banner 336x280

Gelar uji kompetensi dipimpin Direktur PPs umi makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.,M.Hum dengan Penyanggah Dr Ir.Hj.Ernaningsih MP., Prof Dr.Ir.Danial MS., Prof Dr.Ir.Andi Asni MP., Prof Dr.Ir.H.Hatta Fattah MS., Prof Dr.Ir.Mardiana E.Fachry M.Si., Dr.Ir.Aswad Aswad Rachmad Hambali SH,MH, sementara bertindak Sebagai Promotor 2 ,Dr.Ir. Hamsiah MS.,Promotor 2 Prof Dr.Ir.Abdul Rauf MSi dan Promotor Promotor Prof Dr.Ir.H.Muhammad Kasnir M.Si.Pada bagian lain Promovenda

Wilda Fesanrey mengungkapkan pengembangan kesejahteraan nelayan merupakan rangkaian usaha yang tersusun untuk meningkatkan taraf hidup nelayan melalui pengembangan ekonomi, kelembagaan sosial budaya dan ekologi.

Hasil study tentang Pengembangan kesejahteraan hidup kehidupan masyarakat nelayan Jelas Wilda yang berhasil meraih nilai Pujian dalam uji kompetensi ini, digambarkan menunjukkan bahwa kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi merupakan persoalan krusial yang dihadapi nelayan dan tidak mudah diatasi.

Kondisi lain yang turut berkontribusi memperburuk tingkat kesehahteraan nelayan,ungkap Wilda Fesanrey yang juga seorang Dosen di Universitas Iqra,di Pulau Buru adalah mengenai kebiasaan atau pola hidup tak pantas yaitu nelayan pemalas,karena jika dilihat dari daur hidup nelayan yang selalu bekerja keras.

Dalam hubungannya dengan nelayan Pulau Buru terutama di kecamatan Waplau dan Kecamatan Airbuaya, rata rata nelayannya nelayan kecil yang hanya menggunakan perahu tanpa mesin atau perahu yang memiliki mesin meski yang ukuran perahunya <5GT, sehingga hidupnya belum sejahtera,dan ini sangat mempengaruhi tingkat Sosial budaya, ekologi dan kelembagaan. (Jahja)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *