Kinerja Karyawan Rumah Sakit Di Pare- Pare Menjadi Catatan Promovenda Rezali Yandra

Berita, Uncategorized2160 Dilihat
banner 468x60

Makassar, 86News.co – Kinerja karyawan sebagai ujung tombak pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tehnis, namun juga dipengaruhi oleh faktor internal organisasi seperti gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan budaya lokal yang berkembang dalam lingkungan kerja.

Bukan itu saja, gaya kepemimpinan mampu mengarahkan, memotivasi dan membangun sinergi antar karyawan, disisi lain, budaya organisasi yang kuat berperan dalam membentuk prilaku kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan.

banner 336x280

Selain itu nilai- nilai budaya lokal juga memiliki potensi besar dalam membentuk etika kerja, loyalitas serta interaksi sosial karyawan didalam organisasi.

Hal ini di ungkapkan Promovenda Rezali Yandra dalam desertasinya tentang Pengaruh Gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan budaya lokal terhadap kinerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel moderasi pada rumah sakit di Pare-Pare, saat mengikuti uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu Managemen pada program pascasarjana umi di kampus PPs umi makassar, Selasa 14 April 2026.

Gelar uji kompetensi dipimpin Direktur PPs Umi makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M.Hum., dengan penyanggah Prof Dr.Suriyanti.SE.MM,. Prof Dr.Ramlawati,SE.MM., Prof.Dr.H.Mahfudnurnajamuddin SE.MM., Prof.Dr.Baharuddin Semmaila SE.MM.,Prof Dr.Buyung Sarita,SE M.Si.Ph.D, sementara bertindak sebagai Promotor Prof Dr H.Salim Basalamah SE M.Si didampingi Prof Dr.Sukmawati SE.MM dan Prof Dr.Hj.Syamsu Nujum SE.M.Si.Pada bagian lain dari pemaparan Rezali Yandra mengungkapkan dalam konteks rumah sakit, kondisi ideal yang diharapkan adalah terciptanya lingkungan kerja yang profesional, kolaboratif dan berorientasi pada pada pelayanan prima, karena kinerja pegawai yang optimal akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan,bkepuasan pasien serta reputasi institusi.

Pada bagian lain penjelasan Promovenda Rezali mengakui kondisi empiris menunjukkan bahwa kinerja karyawan rumah sakit di Pare-Pare belum sepenuhnya optimal, seperti keterlambatan pelayanan, kurangnya koordinasi antar unit, rendahnya inisiatif kerja, serta kedisiplinan yang belum konsisten.

Hal ini terjadi diduga karena gaya kepemimpinan yang kurang efektif, termasuk budaya organisasi yang belum terinternalisasi dengan baik serta belum optimalnya intergrasi budaya lokal dalam sistim kerja, termasuk motivasi kerja karyawan cenderung fkuktuatif akibat kurangnya penghargaan, pengakuan dan peluang pengembangan karier. (Jahja)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *