Makassar, 86News.co – Sumber Daya manusia merupakan unsur strategis yang menentukan keberhasilan organisasi, termasuk organisasi pemerintah yang menjalankan fungsi pelayanan publik. Kualitas pelayanan, efektifitas pelaksanaan tugas dan pencapaian sasaran organisasi sangat tergantung pada kemampuan pegawai dalam bekerja secara profesional, disiplin, bertanggung jawab dan berorientas pada hasil.
Dalam konteks aparatur sipil negara,kinerja pegawai juga menjadi salah satu indikator keberhasilan reformasi birokrasi dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Hal ini disampaikan Promovendus Taufan Eka Putra dalam Disertasinya tentang Pengaruh Budaya Organisasi, Employee, Engagemen, kepuasan kerja dan Disiplin terhadap kinerja pegawai dengan employee engagement sebagai variabel mediasi pada kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Kelas II Kotabaru Batulicin, saat mengikuti Uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu Managemen pada Program pascasarjana umi makassar Rabu 29 Juli 2026.
Uji Kompetensi dipimpin Prof Dr.H.Hambali Thalib SH.,MH dengan penyanggah diantaranya Prof Dr.H. Mahfudnurnajamuddin SE.MM ,Prof Dr.Ramlawati SE.MM.,Prof Dr.H.Amir Mahmud SE.MS.i, M.Ak,Prof Dr.Andi Tamsil dan Prof Dr.H.Baharuddin Semmailai.
Promovendus dalam menyelesaikan disertasinya dibimbing Promotor Prof Dr.Abd.Rahman Mus SE.MS.i,dibantu Prof Dr.H.Ahmad Gani SE.MS.i dan Dr. Asdar Djamareng SE.,MM masing- masing sebagai Promotor 1 dan 2.
Pada bagian lain Taufan Eka Putra menambahkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan KSOP Kelas II Kotabaru Batulicin merupakan unit pelaksana tehnis kementrian perhubungan yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan keselamatan dan keamanan pelayaran, pengawasan kegiatan kepelabuhanan, pelayanan perizinan kapal, pengaturan lalu lintas kapal serta pengelolaan penerimaan negara bukan pajak.
Ditambahkan jelas Taufan Eka Putra, ruang lingkup tugas tersebut menuntut pegawai untuk bekerja secara cepat,teliti,akuntabel dan sesuai ketentuan yang berlaku. Taufan Eka Putra menambahkan Pencapaian rugas KSOP tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana, anggaran, teknologi dan regulasi tetapi juga oleh kualitas kinerja pegawainya.
Keterlambatan pelayanan, lemahnya koirdinasi, kurangnya ketelitian serta rendahnya responsivitas terhadap kebutuhan pengguna jasa dapat memengaruhi kelancaran operasional pelabuhan dan menurunkan kepercayaan publik.
Oleh karena itu diperlukan peningkatan kinerja pegawai dalam mendukung terselenggaranya pelayanan pelabuhan yang efektif,aman dan berkualitas. (Jahja)











