Darurat Infrastruktur di Cibalung, Cilacap: Urat Nadi Ekonomi yang Nyaris Terputus

Berita, Uncategorized1710 Dilihat
banner 468x60

Cilacap, 86News.co – Sebuah ironi pembangunan terhampar di Kabupaten Cilacap. Di satu sisi, ada proyek Rabat Beton desa senilai Rp83 juta.

Di sisi lain, 4 Kilometer Jalur Utama Kabupaten yang vital di Desa Cibalung, Cimanggu, berada dalam kondisi rusak parah dan darurat, mengancam keselamatan dan ekonomi warga.

banner 336x280

Kondisi jalan di wilayah pegunungan yang curam ini, diperparah jurang dan titik longsor, telah melewati batas ketidaknyamanan.

Kerusakan terparah terlihat jelas di depan Kantor Desa dan jalur-jalur tanjakan ekstrem.

Ancaman Nyata: Memiskinkan Petani dan Merenggut Pendidikan

Desa Cibalung adalah lumbung pangan lokal Cilacap. Jalan yang ambruk ini adalah satu-satunya jalur logistik mereka.

Dampaknya brutal: biaya transportasi meningkat drastis dan hasil panen rusak, menjadi kerugian yang ditanggung langsung oleh petani.

Ini adalah wujud nyata dari “pemiskinan struktural”.

Lebih jauh, kerusakan ini merenggut hak dasar anak-anak atas pendidikan yang layak. Anak-anak sekolah setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan mereka di jalanan berlumpur dan curam, sebuah tamparan keras bagi Dinas PUPR.

Seruan Kritis Kepala Desa: Tuntut Keadilan
Melihat situasi darurat ini, Kepala Desa Cibalung, Marsono, menyampaikan keluhan dan kritik tajam kepada Tim Liputan pada Sabtu (27/09/2025).

Marsono mendesak agar Dinas PUPR di tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat segera bertindak “sat, set” (cepat dan tanggap) untuk merealisasikan anggaran perbaikan.

“Kami memohon kepada Bapak Bupati Cilacap, Samsul Auliya Rahman, Bapak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bahkan Bapak Presiden, Prabowo Subianto, agar Kementerian PUPR segera melakukan peninjauan dan realisasi anggaran,” tegasnya.

Inti dari tuntutannya lugas: “Kami bayar pajak! Kami berharap ada timbal balik yang adil untuk akses hidup, ekonomi, dan masa depan anak-anak kami.”

Pemerintah dituntut untuk membuktikan bahwa pembangunan berkeadilan adalah realisasi nyata di Cibalung, bukan sekadar narasi politik di Ibu Kota. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *