Gelar STQH ke-XII, Pj Bupati Banyuasin Muhammad Farid Tekankan Persaudaraan dan Jaring Bibit Unggul

Berita1543 Dilihat
banner 468x60

Banyuasin, 86News.co — Semangat keagamaan dan persaudaraan mewarnai pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an Hadist (STQH) ke-XII Tingkat Kabupaten Banyuasin yang diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Isra Mi’raj 1446 H. Acara pembukaan berlangsung khidmat di Masjid Besar Jumhuriah Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, pada Selasa (4/2/2025).

Pj Bupati Banyuasin, Muhammad Farid, secara langsung membuka ajang tahunan ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA IPU ASEAN Eng, selaku ketua panitia, melaporkan bahwa STQH kali ini diikuti oleh 303 peserta yang merupakan kafilah dari 21 kecamatan di seluruh Kabupaten Banyuasin.

banner 336x280

“STQH ke-XII ini akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Februari 2025, dengan lokasi perlombaan tersebar di Masjid Jumhuriah, Masjid Salmaniah, Gedung NU, dan AL-MASRI,” terang Erwin dalam laporannya.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa STQH bertujuan untuk memupuk kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan seni baca dan pemahaman isinya, serta menjadi wadah seleksi qori-qoriah dan hafiz-hafizah berprestasi yang akan mewakili Banyuasin di tingkat provinsi.

Pj Bupati Muhammad Farid dalam sambutannya menekankan bahwa seleksi STQH adalah etape awal bagi para peserta untuk berkompetisi secara sehat dan meraih predikat terbaik dalam cabang Tilawah Putra dan Putri.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga kekompakan dan mengutamakan semangat kebersamaan. Meskipun persaingan dalam seleksi ini ketat, tali persaudaraan harus tetap menjadi fondasi utama yang kita junjung tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa STQH akan menjadi sarana efektif untuk mengasah potensi diri para peserta secara maksimal.

“Saya mengimbau seluruh peserta STQH untuk menjaga stamina dan kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat yang cukup agar dapat tampil prima,” harapnya.

Dalam tausiahnya, KH. Agok Syarifudin mengupas makna mendalam dari peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu.

“Oleh karena itu, mari kita semua terus beristiqamah dalam beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan senantiasa melakukan kebaikan,” ajaknya kepada seluruh hadirin.

(/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *