Petani Merugi Sawah Miliknya Selalu Terendam Banjir, Berharap Adanya Perhatian Pemerintah

Berita, Uncategorized1649 Dilihat
banner 468x60

Pangandaran, 86News.co – Di Pangandaran Jawa barat, Ratusan Lahan persawahan selalu terendam banjir, ratusan petani di Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengamuk.

Ratusan Petani ini mendatangi lokasi sawah perbatasan antara Desa Maruyungsari dan Desa Paledah, Kamis (22/5/2025).

banner 336x280

Di lokasi perbatasan tersebut, suasana sempat memanas saat sejumlah petani kesal dengan kondisi sawah yang selalu terendam banjir.

Bahkan, petani berniat menjebol titik jalan perbatasan yang sebelumnya dibangun pihak BBWS agar banjir yang menggenangi ratusan sawah bisa surut.

Namun, niat tersebut bisa dihentikan Camat Padaherang dan aparat kepolisian serta TNI yang siap siaga di lokasi kejadian.

Satu petani di Desa Maruyungsari, Muji Hartono, mengatakan, para petani marah karena ratusan hektare sawahnya terus terendam banjir.

“Banjir di lahan persawahan sudah ada dua tahun ini ketika hujan deras dan akibat derasnya air kiriman dan tidak adanya saluran pembuangan air, kami sulit membuang,” ujarnya.

Menurutnya, jika maksimal tiga hari jalan ini tidak dijebol untuk pembuangan air maka nanti kita bongkar sendiri.

” kami merugi hingga miliaran karena sudah delapan kali tanap di luas lahan sawah hampir 400 hektar, sampai sekarang masih terus gagal,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama Plt. Camat Padaherang, Solihin Fiktoria, mengatakan, permasalahan banjir ini sudah dilaporkan kepada pemerintah daerah.

“Saya sudah memohon kepada Bupati Pangandaran agar secepatnya menangani banjir yang terjadi di Desa Maruyungsari dan Desa Paledah,” ucapnya.

Keinginan masyarakat di sini, kata Solihin, bagi pemerintah daerah jangan terlalu lama menyelesaikan masalah banjir yang sedang terjadi di ratusan hektare lahan persawahan milik petani ini.

“Minimal, hari Minggu besok ada realisasinya. Jangan, terlalu lama. Kalau bisa tokoh masyarakat dan dua kepala Desa (Desa Maruyungsari dan Desa Paledah itu dipanggil,” pungkasnya. (Eris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *