Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Pimpin Rapat Sinergi Lintas Perangkat Daerah Diperkuat, Penanganan Bencana Berbasis Nilai Lokal dan Teknologi

Berita, Uncategorized792 Dilihat
banner 468x60

SUMEDANG -86News co.- Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir secara langsung memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi, dan Penanganan Bencana yang diselenggarakan bertempat di kawasan Hutan Raya Konservasi (Tahura) Gunung Kunci. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan kerja sama lintas perangkat daerah terkait dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat Sumedang.Jumaat 30/01/2026

Hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari berbagai Otoritas Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, serta perwakilan dari TNI, Polri, dan elemen masyarakat yang berperan dalam penanggulangan bencana. Selain itu, juga ada perwakilan dari beberapa kecamatan dan desa yang berada di wilayah rawan bencana untuk menyampaikan kondisi aktual di lapangan.

banner 336x280

Dalam arahannya, Bupati Sumedang menekankan pentingnya pendekatan penanggulangan bencana yang terintegrasi, yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mengedepankan nilai agama dan budaya lokal yang menjadi kekuatan masyarakat Sumedang.

“Penanggulangan bencana tidak bisa kita lakukan secara terpisah-pisah. Kita perlu menggabungkan kebijaksanaan berdasarkan ajaran agama yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama, serta nilai budaya lokal yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumedang, didukung oleh pemanfaatan teknologi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam setiap tahapan penanganan,” ujar Bupati.

Selain itu, dalam rapat koordinasi tersebut dibahas secara mendalam serangkaian langkah strategis yang akan diimplementasikan dalam tiga tahapan utama penanggulangan bencana. Tahap pertama adalah antisipasi pra-bencana, yang mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penyusunan rencana evakuasi yang jelas, pengadaan dan penataan sarana prasarana bantu bencana, serta penyelenggaraan pelatihan dan simulasi bencana secara berkala bagi masyarakat dan petugas penanggulangan bencana.

Tahap kedua adalah penanganan saat terjadi bencana, yang meliputi mekanisme tanggap darurat yang cepat dan terkoordinasi, pengaturan jalur evakuasi yang aman, penyaluran bantuan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya, serta penyelamatan korban dan penanganan lokasi terdampak bencana. Pada tahap ini, juga dibahas tentang peran masing-masing OPD dalam mengambil langkah cepat sesuai dengan bidang tugasnya.

Tahap ketiga adalah pemulihan pascabencana, yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi rumah tinggal serta fasilitas publik yang rusak akibat bencana, pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, serta pemberian dukungan psikososial bagi korban bencana agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Selain membahas tentang penanggulangan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan yang sering terjadi di musim hujan, Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang cenderung meningkat belakangan ini.

“Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras yang berlangsung lama dapat memicu berbagai masalah, tidak hanya bencana alam tetapi juga peningkatan kasus penyakit menular seperti demam berdarah akibat meningkatnya populasi nyamuk akibat genangan air yang terbentuk akibat curah hujan tinggi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Sumedang juga telah menyiapkan langkah-langkah preventif, antara lain melakukan penyemprotan insektisida di wilayah rawan penularan, meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah perkembangbiakan nyamuk, serta memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk menangani kasus demam berdarah yang mungkin meningkat.

Kepala BPBD Sumedang yang juga hadir dalam rapat menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi musim hujan tahun ini, termasuk melakukan pembersihan saluran drainase di berbagai titik strategis dan memastikan kesiapan posko bencana di seluruh kecamatan. “Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan bahwa setiap langkah penanggulangan bencana dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ucapnya.

Penulis : Wawan

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *