BANYUMAS, 86News.co – Menjelang pertengahan bulan Februari 2026, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bergerak cepat untuk memastikan target produksi hasil hutan bukan kayu tercapai maksimal.
Administratur KPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk mengintensifkan metode CDE (Cek, Datangi, dan Eksekusi) di area sadapan getah pinus.
Instruksi ini diteruskan melalui Kepala Seksi (Kasi) Produksi kepada Asper BKPH Bokol, Totok Sugiarto, guna memastikan seluruh petak penghasil getah di wilayah Bokol terpantau secara langsung dan tertangani dengan efektif.
Langkah Nyata di Lapangan
Strategi CDE ini merupakan langkah konkret manajemen untuk memastikan tidak ada kendala teknis di lapangan yang menghambat laju produksi.
Poin-poin utama dalam penguatan ini meliputi:
Cek: Melakukan verifikasi data produksi harian secara akurat.
Datangi: Meninjau langsung kondisi petak sadapan dan kesehatan pohon pinus.
Eksekusi: Mengambil tindakan segera untuk mengoptimalkan hasil sadapan sesuai target manajemen periode Februari 2026.
Semangat dan Sinergi Jajaran
Administratur KPH Banyumas Barat menegaskan bahwa keberhasilan target produksi sangat bergantung pada mobilitas dan loyalitas seluruh personel di lapangan.
Dalam arahannya, Eka Cahyadi memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada tim agar tetap solid dan menjaga stamina kerja.
“Langkah ini adalah upaya kita bersama agar seluruh lini bergerak dalam satu irama.
Saya memberikan dukungan penuh dan doa bagi segenap jajaran agar senantiasa diberikan kelancaran serta perlindungan dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujar Eka Cahyadi, S.Hut.
Dengan pengawasan ketat melalui skema CDE ini, KPH Banyumas Barat optimistis dapat memenuhi, bahkan melampaui target produksi getah pinus yang telah ditetapkan oleh manajemen. (Tugiman)











