Makassar, 86News.co – Perkembangan iptek yang semakin maju menuntut semua pihak untuk mempersiapkan diri sejak dini sehingga nantinya dapat mengimbangi kemajuan yang terjadi seperti saat ini.
Era AI merupakan tantangan bagi seorang notaris,sehingga dalam proses alih ilmu dari seorang dosen ke mahasiswa harus di lakukan secara off line kecuali dalam kondisi tertentu, sehingga dapat menghasilkan magister kenotariatan yang berkarakter sesuai visi misi umi yaitu menghasilkan manusia yang berilmu amalia, beramal ilmiyah, berahlakul qarimah dan berdaya saing global.
Hal ini disampaikan Direktur Program Pascasarjana PPs umi makassar Prof Dr.H.La Ode Husen pada seminar dan lokakarya kurikulum berbasis Outcome Based Educstion (OBE) Seminar dan Lokakarya berlansung 28 Juli 2026 dilaksanakan di Aula PPJ kampus Pascasarjana dengan thema Sinkronisasi Kompetensi Profesi Notaris dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum pada era digital, dengan pemateri selain dari internal Pascasarjana umi juga praktisi kenotariatan dan dari kementrian Hukum dan Ham.
Pada bagian lain sambutan Direktur PPs Umi makassar menyebutkan penyelenggaraan Seminar dan lokakarya sebagai bagian dari tindak lanjut pembukaan Program Studi Magister Kenotariatan di pascasarjana umi setelah mendapat restu dari kementrian Hukum
dan Kemenristekdikti yang diawali dengan kajian dimana untuk memenuhi kebutuhan notaris di kawasan Indonesia Tengah dan Indonesia Timur sedikitnya 3 Ribu notaris.
Dari kajian ini Ke dua lembaga tersebut merekomendasikan Pascasajana umi makassar untuk mengelolah prodi kenotariatan sehingga kebutuhan notaris di pelosok desa maupun daerah tertinggal dapat di atasi.
Sementara itu Rektor umi makassar Prof Dr.H.Hambali Thalib SH.MH, saat membuka Seminar dan Lokakarya Kenotariatan mengakui pembukaan prodi kenotariatan dapat terwujud atas kerja sama dari semua pihak apalagi prodi ini di wilayah LL Dikti Wilayah IX sultan batara yang ke 2 setelah Unhas makassar.Ini menunjukkan peluang yang harus di manfaatkan dengan sebaik- baiknya sehingga amanah yang diberikan ini dapat dilaksanakan dengan sempurna.
Karenanya kurikulum yang dibangun, Jelas Rektor Umi makassar harus menyiapkan kurikulum yang dapat mengikuti dinamika perkembangan, sehingga nantinya Alumni yang dihasilkan dapat bersaing dengan Alumni dari lembaga pendidikan tinggi lainnya yang mengelolah prodi kenotariatan. (Jahja)











