Jeneponto, 86News.co – Sebagai bagian dari pembinaan personel yang berkelanjutan, Kodim 1425/Jeneponto kembali melaksanakan latihan Pencak Silat Militer (PSM) yang dipandu langsung oleh Pasi Ops Kodim 1425/Jeneponto Kapten Inf Muh. Amin.
Kegiatan berlangsung di halaman Makodim 1425/Jeneponto, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Rabu (29/7/2026).
Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan bela diri prajurit, memperkuat ketahanan fisik, membangun mental yang tangguh, serta mempertajam kecepatan berpikir dan bertindak dalam menghadapi berbagai situasi.
Setiap materi diberikan secara bertahap agar seluruh personel mampu menguasai teknik dengan benar sekaligus menerapkannya secara efektif dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Selama latihan berlangsung, para prajurit memperlihatkan semangat dan disiplin yang tinggi. Setiap gerakan dipraktikkan dengan penuh kesungguhan di bawah arahan pelatih, sehingga tercipta suasana latihan yang dinamis, aman, dan tetap mengedepankan profesionalisme.
Saat dikonfirmasi, Pasi Ops Kodim 1425/Jeneponto Kapten Inf Muh. Amin mengatakan bahwa latihan Pencak Silat Militer merupakan salah satu bentuk pembinaan kemampuan dasar yang wajib dipelihara oleh setiap prajurit.
Menurutnya, kemampuan bela diri harus terus diasah agar tetap siap digunakan kapan pun dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas.
Ia menjelaskan bahwa selain meningkatkan keterampilan teknik, latihan ini juga menjadi sarana membangun karakter prajurit yang disiplin, berani, bertanggung jawab, serta mampu mengendalikan emosi dalam setiap kondisi.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri seorang prajurit TNI AD.
Kapten Muh. Amin menambahkan bahwa pembinaan kemampuan tidak boleh berhenti pada lingkungan satuan saja. Ke depan, Kodim 1425/Jeneponto akan menyiapkan program pelatihan Pencak Silat Militer yang dapat diikuti masyarakat sebagai wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap olahraga bela diri nasional.
Menurutnya, kehadiran program tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kegiatan yang positif, edukatif, dan bermanfaat.
Selain menjadi sarana pembinaan generasi muda, kegiatan itu juga akan menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, serta semangat bela negara.
“Harapan kami, latihan yang selama ini dilaksanakan secara rutin dapat menjadi fondasi untuk melahirkan prajurit yang profesional sekaligus menginspirasi lahirnya pembinaan bela diri yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dengan demikian, kemanunggalan TNI dan rakyat akan semakin kuat melalui kegiatan yang membangun,” tutup Kapten Inf Muh. Amin. (Jahja)

















